5 Jenis Keramik Lantai yang Tidak Licin & Aman untuk Kamar Mandi

5 Jenis Keramik Lantai yang Tidak Licin & Aman untuk Kamar Mandi

Banyak orang pernah mengalami insiden terpeleset di kamar mandi karena lantai licin. Padahal, memilih jenis keramik lantai yang tidak licin sejak awal bisa menghindari risiko ini. Terlebih lagi, lantai kamar mandi yang licin bisa menyebabkan cedera serius pada siapa saja. Selain itu, kamar mandi memang selalu basah sehingga rentan menimbulkan kecelakaan. Karena itu, artikel ini akan mengulas lima pilihan keramik aman dan tetap estetik untuk kamar mandi Anda. Selanjutnya, pembaca juga akan memahami tips memilih ukuran, warna, dan harga yang sesuai.

Kenapa Jenis Keramik Lantai yang Tidak Licin Penting untuk Kamar Mandi?

Lantai kamar mandi hampir selalu basah karena aktivitas mandi dan mencuci. Oleh karena itu, permukaan yang licin sangat berisiko menyebabkan penghuni rumah terpeleset. Selain itu, anak-anak dan lansia jauh lebih rentan mengalami kecelakaan di area ini. Faktanya, banyak kasus kecelakaan rumah tangga justru terjadi akibat lantai kamar mandi yang licin. Bahkan, keramik glossy yang mengkilap justru meningkatkan risiko licin saat terkena air. Karena itu, memilih keramik dengan tekstur kesat menjadi langkah pencegahan paling efektif. Dengan memahami hal ini, Anda bisa menciptakan kamar mandi yang lebih aman untuk seluruh keluarga.

5 Jenis Keramik Lantai yang Tidak Licin untuk Kamar Mandi

Berikut lima pilihan keramik anti licin yang cocok untuk kamar mandi:

1. Keramik Matte atau Doff

Keramik matte memiliki permukaan tidak mengkilap dengan tekstur lebih kesat. Oleh karena itu, jenis ini jauh lebih aman digunakan pada kamar mandi basah. Bahkan, banyak orang memadukan keramik matte dengan konsep minimalis modern. Selain itu, keramik matte juga lebih mudah menyamarkan noda air dibanding jenis glossy.

2. Keramik Granit Anti Licin

Granit memiliki permukaan berpori kecil sehingga tidak mudah menyerap air. Selain itu, materialnya sangat kuat dan tidak mudah retak meski sering terkena beban. Karena itu, granit anti licin cocok untuk area shower yang sering basah. Meski harganya sedikit lebih mahal, granit tetap jadi favorit karena daya tahannya.

3. Keramik Motif Batu Alam

Motif batu alam menghadirkan tekstur kasar yang secara alami mengurangi risiko licin. Selain itu, tampilannya memberi kesan natural dan menenangkan pada kamar mandi. Meski begitu, pastikan memilih keramik dengan finishing tidak terlalu halus. Selain itu, motif ini juga menciptakan suasana kamar mandi yang lebih menyatu dengan alam.

4. Keramik Motif Kayu Anti Licin

Motif kayu memberi kesan hangat tanpa perawatan serumit kayu asli. Namun, pastikan memilih keramik kayu dengan tekstur anti licin, bukan yang glossy. Dengan begitu, kamar mandi tetap terlihat estetik sekaligus aman digunakan. Kombinasi warna kayu dengan aksesori putih juga sering menciptakan tampilan yang bersih dan hangat.

5. Keramik Bertekstur Garis atau Hexagonal

Keramik bertekstur garis menciptakan pijakan yang lebih aman saat lantai basah. Sementara itu, keramik hexagonal berukuran kecil memiliki nat lebih banyak sehingga efek anti licinnya lebih terasa. Jenis ini juga cocok untuk kamar mandi berukuran kecil. Selain kamar mandi, banyak orang juga menerapkan motif ini di area sekitar kolam renang.

Keramik Anti Licin Juga Cocok untuk Dapur

Selain kamar mandi, dapur juga termasuk area yang rawan basah dan licin. Oleh karena itu, banyak orang mencari keramik lantai dapur yang tidak licin dengan alasan serupa. Anda bisa menerapkan keramik matte atau granit anti licin di area dapur juga. Bahkan, area dekat wastafel dapur juga rawan basah akibat cipratan air saat mencuci. Oleh karena itu, memilih keramik anti licin di dapur sama pentingnya dengan di kamar mandi. Dengan begitu, seluruh area rumah yang rawan basah bisa lebih aman dan nyaman digunakan.

Tips Memilih Ukuran, Warna, dan Harga Keramik Anti Licin

Tips Memilih Ukuran, Warna, dan Harga Keramik Anti Licin

Untuk kamar mandi berukuran kecil, sebaiknya pilih keramik ukuran 30×30 atau 40×40 cm. Sementara itu, dapur biasanya lebih cocok memakai ukuran 60×60 cm agar terlihat lebih luas. Selain itu, warna keramik lantai dapur yang bagus biasanya berupa warna netral seperti abu-abu atau krem. Dari sisi harga, keramik anti licin umumnya dibanderol mulai dari Rp45.000 hingga Rp150.000 per meter persegi. Harga tersebut bisa berbeda tergantung merek, motif, dan tingkat kekasaran permukaannya. Selain itu, jangan lupa sesuaikan juga motif keramik dengan warna dinding dan perabotan dapur. Dengan perencanaan yang matang, hasil akhir ruangan akan terlihat lebih rapi dan serasi. Oleh karena itu, sebaiknya bandingkan beberapa pilihan sebelum menentukan keramik yang tepat.

Cara Merawat Keramik Anti Licin agar Tetap Awet

Perawatan rutin membantu menjaga fungsi anti licin pada keramik tetap maksimal. Pertama, bersihkan lantai kamar mandi secara berkala menggunakan sikat lembut dan air. Selanjutnya, hindari deterjen atau bahan kimia keras yang bisa merusak tekstur permukaan. Selain itu, segera keringkan lantai setelah Anda memakainya agar tidak mudah berlumut. Terakhir, periksa kondisi nat secara berkala agar tetap bersih dan tidak licin.

Baca Juga: Pilihan Jenis Keramik Dinding untuk Tampilan Rumah Elegan

Bagi yang ingin menghadirkan kamar mandi aman dengan keramik berkualitas, Anda bisa segera memesan melalui Toko Bahan Bangunan Gresik Surabaya. Selain itu, tim Toko Bahan Bangunan Gresik Surabaya juga siap membantu konsultasi jenis keramik sesuai kebutuhan rumah Anda.

Kesimpulan

Singkatnya, memilih jenis keramik lantai yang tidak licin sangat penting demi keamanan keluarga. Meski begitu, Anda tetap perlu mempertimbangkan motif, warna, dan harga agar hasilnya maksimal. Selain itu, memilih toko tepercaya turut memastikan Anda mendapatkan keramik dengan kualitas terbaik. Oleh karena itu, pilihlah keramik yang tidak hanya aman tetapi juga sesuai konsep rumah. Dengan begitu, kamar mandi bisa tampil estetik sekaligus bebas risiko terpeleset.