Daftar Ukuran Bata Ringan Standar SNI Lengkap Edisi 2026

Daftar Ukuran Bata Ringan Standar SNI Lengkap Edisi 2026

Banyak pemilik rumah masih bingung menentukan ukuran bata ringan yang tepat untuk dindingnya. Padahal, kesalahan memilih ukuran bisa membuat kebutuhan material jadi membengkak. Selain itu, hasil pasangan dinding pun bisa terlihat kurang rapi. Oleh karena itu, memahami ukuran bata ringan sesuai standar SNI menjadi hal penting sebelum memulai proyek. Terlebih lagi, tren pembangunan rumah modern di tahun 2026 semakin banyak yang beralih ke material ini. Melalui artikel ini, berbagai ukuran hebel yang beredar di pasaran akan dijelaskan secara lengkap dan mudah dipahami.

Mengenal Bata Ringan dan Keunggulannya

Bata ringan atau hebel dibuat dari campuran semen, pasir kuarsa, kapur, dan bahan pengembang. Material ini kemudian diproses melalui teknik pengukusan bertekanan tinggi. Akibatnya, bata ringan memiliki pori-pori udara yang membuat bobotnya jauh lebih ringan. Selain itu, material ini juga dikenal tahan api dan kedap suara. Tak hanya itu, bata ringan juga lebih ramah lingkungan karena limbah produksinya minim. Bahkan, insulasi panasnya pun jauh lebih baik dibanding bata merah biasa. Oleh sebab itu, banyak kontraktor kini lebih memilih bata ringan untuk berbagai jenis proyek. Faktanya, proses pemasangannya juga jauh lebih cepat karena ukurannya presisi dan seragam.

Daftar Ukuran Bata Ringan Standar SNI Terbaru

Secara umum, ukuran bata ringan standar SNI memiliki panjang 60 cm dan lebar 20 cm. Namun demikian, ketebalannya bisa bervariasi sesuai kebutuhan konstruksi. Berikut beberapa ukuran hebel yang paling sering ditemukan di pasaran:

  • Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 7,5 cm
  • Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 10 cm
  • Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 12,5 cm
  • Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 15 cm
  • Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 20 cm

Biasanya, ketebalan 7,5 cm hingga 10 cm dipilih untuk dinding partisi ringan. Sementara itu, ketebalan 12,5 cm sampai 20 cm lebih direkomendasikan untuk dinding struktural. Dengan demikian, pemilihan ketebalan bata ringan sebaiknya disesuaikan dengan fungsi ruangan yang akan dibangun.

Perbedaan Ukuran Bata Ringan AAC dan CLC

Perbedaan Ukuran Bata Ringan AAC dan CLC

Di pasaran, dikenal dua jenis bata ringan, yaitu AAC dan CLC. Meskipun sekilas terlihat mirip, keduanya sebenarnya punya karakteristik berbeda. AAC atau Autoclaved Aerated Concrete diproses melalui pengukusan bertekanan tinggi. Sebaliknya, CLC atau Cellular Lightweight Concrete dicetak tanpa melalui proses pengukusan tersebut. Meski begitu, dimensi bata ringan keduanya cenderung sama, yaitu panjang 60 cm dan lebar 20 cm. Perbedaan utamanya justru terletak pada bobot dan tingkat kepadatan material. Oleh karena itu, CLC umumnya sedikit lebih berat dibanding AAC pada ukuran yang sama. Namun, kedua jenis ini sama-sama sudah memenuhi standar SNI yang berlaku.

Tips Memilih Bata Ringan Sesuai Kebutuhan

Sebelum membeli, sebaiknya kebutuhan dinding dihitung terlebih dahulu secara cermat. Misalnya, dinding rumah tinggal biasa cukup menggunakan ketebalan 10 cm saja. Sementara itu, dinding yang membutuhkan kekuatan ekstra bisa memakai ketebalan 15 cm ke atas. Selain itu, pastikan juga produk yang dibeli sudah berlabel SNI resmi. Dengan begitu, kualitas dan keamanan bangunan menjadi lebih terjamin. Jika masih ragu, konsultasi dengan tukang atau supplier terpercaya sangat dianjurkan. Terakhir, sesuaikan pula anggaran dengan jumlah kebutuhan bata ringan per meter persegi.

Baca Juga: Tren Desain Rumah Local Pride: Memadukan Granit Modern dengan Sentuhan Batik

Bagi yang sedang membutuhkan bata ringan berkualitas, pemesanan dapat segera dilakukan melalui Toko bahan Bangunan Gresik Surabaya atau datang langsung ke lokasi toko kami. Selain itu, konsultasi seputar ukuran dan kebutuhan material juga bisa langsung ditanyakan ke tim Bazaar Bahan Bangunan. Hubungi Nomor di bawah ini.

Kesimpulan

Singkatnya, ukuran bata ringan standar SNI umumnya memiliki panjang 60 cm dan lebar 20 cm. Sementara itu, ketebalannya bervariasi mulai dari 7,5 cm hingga 20 cm. Dengan memahami ukuran ini, proses pembangunan pun bisa berjalan lebih efisien. Oleh karena itu, pastikan selalu memilih bata ringan sesuai kebutuhan proyek dan berlabel SNI resmi.